Kondisi Makam Syiah Kuala, 3 hari setelah tsunami Aceh (29 Desember 2004)

Kondisi Makam Syiah Kuala, 3 hari setelah tsunami Aceh (29 Desember 2004)



SYIAH KUALA atau Teungku di Kuala adalah sebutan popular untuk seorang ulama besar Aceh abad ke-17 M yang sangat dihormati di Nusantara sampai dengan hari ini. Namanya Abdur Rauf bin 'Ali, dan sering ditambahkan Singkel atau As-Sinkiliy. Menurut sejarawan, ia dilahirkan di Fansur Singkel pada 1024 H/1615 M, dan meninggal dunia pada hari Jum'at tahun 1105 H/1693 M. Makamnya berada di Gampong Deyah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.



Herwandi dalam karya ilmiah yang diajukannya untuk meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia dalam bidang Ilmu Pengetahuan Budaya program studi Arkeologi, pada tahun 2002 (yakni sebelum bencana gempa dan tsunami Aceh 2004), menyebutkan bahwa pada sebuah makam yang memiliki jirat berukuran 283x24x26 dan sepasang nisan berbentuk bulat gada di kompleks makam Syiah Kuala terdapat tulisan-tulisan yang antara lain adalah nama tokoh yang dikuburkan: Al-Waliy al-Mulkiy al-Haj Syeh 'Abdurrauf as-Sinqiliy bin 'Ali. Dalam karya ilmiah bertajuk Kaligrafi Islam pada Makam-makam di Aceh Darussalam Telaah Sejarah dan Seni (Abad XVI M-XVIII M) itu, Herwandi juga menyatakan, "Kalimat ini merupakan sebuah temuan baru yang menjelaskan lokasi kubur dan silsilah Abdurrauf."



sumber: http://misykah.com/gelar-syiah-kuala-pada-makam-dan-manuskrip/